Tuesday, March 11, 2014

Perilaku ..

Rasulullah saw. Bersabda bermaksud:
“Sebesar-besar kebajikan itu ialah berakhlak dengan akhlak yang baik, dan dosa itu ialah perasaan bimbang dalam jiwa dan engkau tidak suka keadaan itu diketahui oleh orang lain”.




Riwayat Muslim 


Seseorang yang berakhlak mulia akan mendapat pahala dan boleh mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri dan kebajikan kepada orang lain. Orang yang melakukan dosa tidak akan mendapat ketenangan jiwa didalam hidupnya. Berakhlaklah dengan akhlak yang mulia kerana ia sebesar besar kebajikan dan janganlah melakukan dosa kerana dosa itu ialah azab seksa, yang dirasai baik didunia mahupun diakhirat.

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berkata perkara yang baik atau diam. Dan sesiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, maka hendaklah ia memuliakan jirannya. Sesiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian maka hendaklah ia memuliakan tetamunya.”

Riwayat Bukhari dan Muslim

i) Islam adalah agama yang mengajar umatnya nilai peradaban yang tinggi serta sopan santun yang terpuji. Maka individu yang benar-benar beriman semestinya akan mengamalkan segala ajaran Islam untuk menjaga keselamatan dirinya iaitu dengan memelihara percakapannya demi menjaga hubungan baik dengan jiran-jiran dan sahabat-sahabatnya sesuai dengan keadaan masing-masing.

ii) Sebelum berkata hendaklah berfikir terlebih dahulu, bila didapati tidak ada bahaya kerananya, berkatalah, tetapi jika sebaliknya diamlah kerana diam yang tepat pada waktunya adalah sifat orang yang terpuji melainkan jika diam dari mengatakan yang hak dan menegur sesuatu yang salah kerana diam seperti ini adalah diam yang dicela oleh agama.

iii) Setiap umat Islam hendaklah bertimbang rasa dalam pergaulan sesama jiran kerana jiran adalah orang yang paling dekat selain daripada sanak-saudara yang tinggal di sekeliling.

iv) Memuliakan tetamu pula maksudnya ialah melakukan kebaikan kepada mereka sebagai orang yang datang berkunjung ke rumah di mana selaku tuan rumah hendaklah melayan tetamu mereka dengan senang hati, sopan dan memberikan jamuan kepada mereka sesuai dengan keadaan dan kemampuan. Manakala bagi tetamu pula hendaklah sebaik mungkin tidak sampai menyusahkan tuan rumah.

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُم بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ
Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat
(Surah As-Suad
38: Ayat ke 46)

Sunday, March 9, 2014

ASSALAMUALAIKUM

Malam itu lunak. Tanpa dikaburkan bait irama yang disangka nan indah. Diserakkan bersama rasa malu. Puncak akhlak itu kian tertinggi, antara dua keping jiwa. Berkorban rasa pinta direnyaikan. Bilakan saat terindah itukan terjaga. Teruskan terpelihara, lamanya hingga usai siap siagalah mereka. Dalam hati sang pendoa, sentiasa rasa terhibur. Pada resah yang bersinggah. Pada kelu sendu, direlungi titisan air matanya.
Tahajjud malam hari kan mendekatkan yang jauh. Yakin dan tulus. Semakin tunduk dan mendekatlah sayup doa yang sama. Meminta untuk dijauhi. Memohon agar hati tidak sesekali dicemari.

Mempercayai bisik harap. Sentiasa ia bersuara. Kerap dan sentiasa pinta dijauhkan. Sebelum waktunya. Sungguh, jiwa-jiwa yang mencintai keredhaan Tuhannya. Tidak sesekali inginkan kalimat indah. Terpacul penuh mudah. Tertulis penuh bait. Ia mahu untuk disimpan. Iakan mahu untuk dihijab. Iakan sentiasa gamang. Pada gerun takut pada zina. Bukankah terindahnya kerna menjauhi kotor dan keji? Dan sering hati dan segala anggota meneguk terus, ungkap-ungkap suci dan telus dari Tuhannya.

“Demikianlah supaya kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba kami yang terpilih.”  (Yusuf, 24)

seindahcintaislam demi cinta Allah

Seribu musim pun akan terus berlalu. Saat fikir tiada lagi akan sebuah penantian. Jauh dari dasar hati, mahu iakan muncul di akhirnya. Sungguh, tetapnya hati itu. Kerna tetapnya istikharah yang berdesir. Pada wajah yang tak pernah nampak, pada suara yang tak pernah tersurat.

Menjauhi corong emosi. Bergetar pada sebelahnya nafsu yang maha keji. Menyiratkan malu yang bertemu. Sujud terindah dan tertulislah kedekatan sebuah taqdir. Akan sebuah rindu terindah. Tersiksa kerna berusahanya dari sisi halal. Terperit kerana doanya tak pernah menipis. Tersedu sedan kerna memilih simpang yang sulit namun penuh tulus dengan bait keimanan haqiqi. Demi semata-mata meraih RedhaNya. Kerna rasa padaNya adalah yang utama dan pertama! Lantas, jalan itu dilalui.

Berusaha sentiasa perlu bermuhasabah. Usah sampai segalanya nampak putih dan gebu. Sedang syariat bersuara serak menafi rindu di qalbu. Memilih untuk mencintai. Umpama berkorban tanpa henti. Umpama menanti suatu yang pasti.

Bukankah?

Malam akan sentiasa mendatang. Bingit menyiksa hingga kapan pun hilang bicara. Menulis rangkap bisa buat hati yang menanti. Bernafasnya DEMI dan HANYA Ilahi. Simpang kanannya bercahaya. Sulit. Pandanglah ke hadapan.

Kesulitan takkan pernah berubah pada namanya. Ia kan sentiasa bersifat sukar. Ianya berduri. Ianya perlu iman tebal di hati. Ianya perlu redha ayah dan ibu yang dicintai. Ia juga, sentiasa melukis pada sebuah kanvas hijrah. Kepada kebaikan. Kepada kesempurnaan.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang AKU, Maka (jawablah), bahwasanya AKU adalah dekat. AKU mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Baqarah, 186)

Saturday, March 8, 2014

Fancy Comment Form For Blog .!.

We always wanted to have a great looking comment area below our post isn't it?
So, today I will show  you how to make it comes true...

You can choose any type of comment form that you like and I will tell you the advantage of each style.


Type 1: Disqus



- Free sign up
-Seek out social comments and mentions from places such as Twitter, FriendFeed, Digg, and YouTube, then display them with your comments.
- Disqus Comments also lets your readers choose their identity, with Facebook Connect, OpenID, or Twitter Sign-in, when they leave a comment.
- Bring lively, real-time chatter onto your page with real-time posting and updating
- Every time someone leaves a comment, they can easily share the discussion happening on your site to friends and followers
- Features such as multi-site moderation, multiple moderators, bulk actions, and automated decisions
- features cutting-edge semantic technology that helps you automatically recognize offensive posts and keep the discussion civilized.
- can encourage verified commenter profiles — real comments from real people


Type 2: IntenseDebate



- You can reply  directly to a specific comment and receive alert for replies and new comments.
- Furthemore, you can also give respond and moderate comment via email service...
- Moreover, it enable your users to see with whom they are debating and give your readers an identity.
- the best comment will be shown at the front
- The auto filter comment by keyword, email and IP addresses, help you to prevent unwanted keywords, ban user who are using the specific email and IP addresses, from posting in your comment posts
- It is also allow you to assign admins to manage the same blog or website.
- The IntenseDebate allow your readers to post comments using services like OpenID, Facebook, and Twitter.
- If the readers doesn't have any user account, they can choose to sign up for an IntenseDebate  profile or simply comment without one as a Guest.





Thank you : cc : syarhan

Friday, March 7, 2014

How To Be A Good Blogger.?.


First n all,this contain was copied .. 
As we all know that Bloggers nowadays are very active visiting blog and blogwalking to promote their blog and website. This is not a problem but if we do it wrong, this can bring to problem. I bet that majority of bloggers are using chat box so that the blogwalker and also the visitor can write on something about the site or chat with the other blogger.

But there is a problem occur here. Plenty of bloggers nowadays like to visit on other people blog but not to read post. After they load other people's blog, firstly they will look whether the blog has chat box or not. If there is a chat box, they will leave a message so that the blogger owner or other blogger will visit their blog.

And if there is no chat box, they will just leave the blog and visit others blog. For me, this is not nice. If we are on other people's blog, why not we take a little bit time to read the post and leave on comment on the post. I guarantee that the owner of the blog that you have leave comment on his post, he will felt that he has been appreciated.

I can bet that you will felt like been appreciated if other blogger make comment on your post especially a good and nice comments. If a bad comment were given, that's alright. At least you can fix on your mistake of posting...

Below are other examples or ways to be a good blogger:


  1. If you want to leave a comment on other blogger's blog or website, you must ensure that you make a nice comment so that spam can be avoided.
  2. If you want to leave a comment so that the blogger can fix the mistake on the post, make sure that your comment is not cynical so that the comment will not categorized as spam.                                             
  3. When you want to make comment or leave message on chat box, you cannot make such a long message to avoid spam and give comfort  to other blogger. 
  4. Been a loyal follower. A follower must always follow on update made by the blog you had follow. This is one the way to be a loyal follower. I don't say that there is no loyal follower out there but nowadays, it is so difficult to find a loyal follower.It is up to you. Maybe some of you think that being a loyal follower is not important but I want to said, "to be a good blogger you must need this characteristic".
  5. When you want to leave message on the chat box, make sure that you don't make consecutive  comments like below :-

 
 
cc : syarhan ..

Thursday, March 6, 2014

Apa perancangan kita ?



      Dunia sekarang memang banyak digemparkan dengan fenomena yang pelik tapi benar.Adakah itu tanda-tanda awal akan berlakunya kiamat ? Tapi,bukan persoalan itu yang patut kita tanya,sebaliknya tanya diri sendiri , Adakah anda telah bersedia untuk menepuh hari kemudian dengan sebaik mungkin ? Bagaimanakah persiapaan kita untuk mengadap Illahi ? . Cukupkah ? . Sudah tentu kita belum cukup semua itu. . Jadi marilah kita sama-sama perbaiki kekhilafan diri masing-masing dengan bertaubat kepada Allah.

Seperti biasa,
Pertama sekali, mari kita perbaiki syahadah kita;

“Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan yang di sembah melainkan Allah dan sesungguhnya Muhammad itu Pesuruh Allah.” 
 
Subhanallah. Al-Hamdulillah. Allahuakbar.
Apa yang kita rancang untuk akhirat kita sebenarnya?

3143776664_1c6fcd7060

… tertanya di dalam Qalbu.
Ya, apa sebenarnya?

Allahu..

Terlalu ‘sibuk’ sehingga perkara yang dianggap ‘kecil’ ini, sering terlepas pandang.

Ya, selalunya terlepas pandang. Kan?

Muhasabah buat roh dan jasad.

Maka, langkah seterusnya?

Rabb, tuntun langkah kami. Permudahkan segalanya. Kuatkan kami. Kuatkan kami melalui momen-momen
ini.
Ya, Qawiy (kuat). Lillahi Ta’ala.

Sama ada kita seorang jurutera, doktor, ustaz, tukang kebun, juruteknik,penghafal al-quran  atau apa sahaja.

Selitkanlah di hujung cita-cita ini mahu menjadi Daie.

 Ya, Daie.

Daie ibarat lampu pendaflour di jalan yang gelap. Ia memberi cahaya kepada pengguna jalan raya.

Jadilah seperti lampu pendaflour itu. Bermanfaat kepada diri sendiri. Bermanfaat kepada yang lain.

Bukankah ia umpama kita manfaatkan dunia ini ke jalan diredhai Sang Pencipta?

“Sesungguhnya Kami telah jadikan apa yang ada di muka bumi sebagai perhiasan baginya, kerana kami hendak menguji mereka, siapakah di antaranya yang lebih baik amalnya.”
(Surah al-Kahfi 18 : 7)
Siapa yang lebih baik amalnya?
Ya, setiap perkara di dunia ini adalah ujian buat kita. Hatta, sesuatu yang kita sayang itu juga adalah ujian. Untuk upgrade iman atau sebaliknya.
Daie terbaik ialah Rasulullah. Apabila kita mempelajari kehidupan baginda, kita akan menemui contoh paling tepat untuk menjadi daie buat ummah.
Ya. Nabi Muhammad Sollallahu ‘Alayhi wa Sallam. Qudwah Hasanah yang tepat.

Hisyam bin Amir pernah bertanya kepada Aisyah RA mengenai akhlak Rasulullah SAW.
Aisyah menjawab, “Akhlak Nabi SAW adalah Al-Quran.”
(Hadith Riwayat Muslim)
“ Ya Allah, Kau keraskanlah hatiku dengan pujian, dan Kau lembutkanlah ia dengan nasihat dan teguran.”

Allahumma Aamiin. Aamiin Ya Mujib.
Berdo’alah kamu kepada Allah Ta’ala dalam keadaan kamu yakin dengan kemustajabannya. Ya, yakin!
Kata Maulana Jalaluddin Ar-Rumi;
“Segala yang dari hati, akan masuk semula ke dalam hati. ”
Berbicaralah melalui hati. Berdo’alah melalui hati. Ya, qalbu.
Kalau hati itu baik, maka baiklah jasadnya, bukan setakat jasad, malah apapun perkara yang kita lakukan daripada hati yang baik akan menjadi indah. Percayalah. Dia Maha Mengetahui. Tiada hijab. Sang Pemerhati.
Sang Rabb, mencintai kita.
Sangat.
Percayalah.
————————————————————————–
Daie.
Saat kita ‘lelah’.
Akan ada tangan-tangan yang mengenggam erat.
Akan ada tangan-tangan yang mendo’akan kita.
Tiap masa. Dalam diam. Tetapi penuh bermakna.
Membuat kita tidak pernah lupa;
Mahabbah Sang Rabb itu selalu ada untuk kita.
Jazakumullahu Khairan Kathira.
Menjaga hidayah lebih sulit dari mengenal hidayah.
Semoga ‘kamu’ sentiasa dalam Mahabbah-Nya.

“Apabila seseorang itu mendoakan untuk saudaranya di kala tidak berhadapan dengannya, maka berkatalah malaikat : kamu pun menerima sebagaimana doamu itu.”
(Hadith Riwayat Imam Muslim)
Lillah! :’)
Tabarakallah.
Semoga Allah Redha.
semoga perkonsian yang serba sedikit boleh diamalkan dan disebarkan kepada orang lain.

Edited : -wafiy-

Bila Iman Bersuara


Kita ni manusia biasa
Nak kata sempurna?
Check balik hati kita
Mungkin ada yang tak kena

Bila dah dikatakan manusia biasa
Tak pernah lepas kan dari melakukan dosa?
Orang yang dipandang mulia juga sama

Apatah lagi yang hina dina
Tapi kerana Maha Penyayangnya ALLAH
DIA tutup aib kita
Itupun masih kita nak sombong kita nak lupa?
 

Bila diri terasa berdosa
Itulah tanda iman mula bersuara
Kita ni dah terlalu lalai dan alpa
Maka kerana CINTAnya ALLAH pada kita
Dia beri rasa
Itulah rasa yang kita rasa
Rasa yang berdosa
Bila iman sudah bersuara
Janganlah kita ignore je
Bukannya apa
Bila dah tak terasa apa-apa
Maksiat pun dirasakan biasa
 


Hati-hatilah
Khuatir daripada Allah cinta jadi murka.
Yakinilah Allah
Beranilah melakukan sesuatu kerana-NYA.
Allah akan beri yang terbaik menurut-NYA.
Walaupun sesekali kita sombong merasakan kita ada segalanya.
Ini hanyalah bait bicara,
Dari si pendosa..
 
 
 
bicaraluqluq: Nak sesuatu yang ALLAH redha, jadi kenalah buat perkara yang Allah redha. Redha Allah tu bukan sekadar kata-kata tanpa makna. ;) .semoga kita sama-sama mendapat iktibar.iloveislamdeepinmyheart.

edited:-bicara seorang hamba Allah-
Copyright© 2016 - 2017 reserved to Abdulwafiy